ADVIN
Rapat Koordinasi di Muara Enim Tegaskan Komitmen Percepatan Penurunan Stunting
Muara Enim, 29 September 2025 – Pemerintah Kabupaten Muara Enim hari ini menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Penurunan Stunting yang bertempat di Ruang Rapat [Sebutkan Lokasi Rapat, cth: Bappeda]. Rakor ini merupakan langkah strategis daerah dalam menyelaraskan program dan aksi untuk mencapai target penurunan angka stunting di wilayah tersebut.
Acara Rakor dibuka secara resmi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Drs. Andi Wijaya, M.M., yang hadir mewakili Bupati Muara Enim. Dalam sambutannya, Bapak Andi Wijaya menekankan bahwa penanganan stunting adalah isu krusial yang memerlukan kerja sama lintas sektor yang kuat, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Keluarga Berencana (PP&KB), Dr. H. Rinaldo, S.STP., M.Si., turut memberikan arahan sebagai pimpinan teknis dalam program percepatan ini. Dr. Rinaldo menyoroti pentingnya data akurat dan intervensi yang tepat sasaran, terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) anak.
Rakor ini menghadirkan dua narasumber utama yang memaparkan strategi dan tantangan yang dihadapi. Narasumber 1, Yosi Utama, SE., MM, menyampaikan materi mengenai strategi penganggaran dan pemanfaatan sumber daya desa untuk program pencegahan stunting. Sementara itu, Narasumber 2, Elya Susita, SKM., MM, fokus pada aspek teknis kesehatan masyarakat dan edukasi gizi bagi ibu hamil dan baduta.
Rapat koordinasi ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi program yang lebih terintegrasi dan efektif, memastikan seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dan pemangku kepentingan memiliki pemahaman dan langkah kerja yang sama dalam upaya menjadikan generasi Muara Enim yang lebih sehat dan bebas stunting.
Acara Rakor dibuka secara resmi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Drs. Andi Wijaya, M.M., yang hadir mewakili Bupati Muara Enim. Dalam sambutannya, Bapak Andi Wijaya menekankan bahwa penanganan stunting adalah isu krusial yang memerlukan kerja sama lintas sektor yang kuat, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Keluarga Berencana (PP&KB), Dr. H. Rinaldo, S.STP., M.Si., turut memberikan arahan sebagai pimpinan teknis dalam program percepatan ini. Dr. Rinaldo menyoroti pentingnya data akurat dan intervensi yang tepat sasaran, terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) anak.
Rakor ini menghadirkan dua narasumber utama yang memaparkan strategi dan tantangan yang dihadapi. Narasumber 1, Yosi Utama, SE., MM, menyampaikan materi mengenai strategi penganggaran dan pemanfaatan sumber daya desa untuk program pencegahan stunting. Sementara itu, Narasumber 2, Elya Susita, SKM., MM, fokus pada aspek teknis kesehatan masyarakat dan edukasi gizi bagi ibu hamil dan baduta.
Rapat koordinasi ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi program yang lebih terintegrasi dan efektif, memastikan seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dan pemangku kepentingan memiliki pemahaman dan langkah kerja yang sama dalam upaya menjadikan generasi Muara Enim yang lebih sehat dan bebas stunting.
Bagikan berita ini:
Komentar 0